JIka Bernyali Coba 5 Makanan Ektrim Pengundang Bahaya Ini

Jika Bernyali Coba 5 Makanan Ektrim Pengundang Bahaya Ini

Beberapa makanan khas dari berbagai negara dianggap lezat bagi para penggemarnya, diantaranya Sushi, Spaghetti, Bulgogi dan sebagainya. Namun ada lima makanan khas yang bahan-bahan utamanya berkemungkinan besar membahayakan bagi tubuh manusia. Terlebih lagi apabila tidak disiapkan atau diolah dengan baik oleh ahlinya, maka makanan ekstrim tersebut justru dapat membawa penyakit hingga kematian bagi penikmatnya :

  1. Fugu

    Makanan ekstrim pertama ialah Fugu alias ikan buntal. Fugu ini bisa diolah dengan berbagai cara, salah satunya sashimi fugu. Namun ikan buntal ini sebenarnya cukup berbahaya untuk dikonsumsi karena racun tetrodotoxin terkandung di dalamnya. Apabila fugu tidak diolah dengan baik oleh para koki bersertifikasi, maka dapat menjadi makanan yang mematikan manusia.

    Apabila salah pengolahan saat memasak fugu, maka sedikit saja mengonsumsi daging fugu dapat menjadikan tubuh mengalami lumpuh hingga berujung kematian. Para koki yang dapat mengolah ikan buntal ini, sebelumnya harus melewati serangkaian pelatihan agar masakan berbahan ikan buntal tersebut bisa aman dikonsumsi.

  2. Feseekh

    Makanan ekstrim selanjutnya adalah makanan khas dari Mesir yang bahan utamanya ialah ikan mullet. Ikan tersebut telah difermentasi secara tradisional. Feseekh dapat mengakibatkan kematian terhadap penikmatnya apabila tidak diolah dengan tidak baik. Hidangan tradisional mesir ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Biasanya makanan khas ini disantap ketika acara Sham el-Nessim, yakni sebuah tradisi sejak masa Mesir kuno.

    Ikan mullet sebagai bahan utama Feseekh biasanya didatangkan dari Lautan Mediterania dan Lautan Merah. Di setiap tahunnya, Kementerian Kesehatan Negara Mesir memperingatkan masyarakatnya agar tidak lagi memakan Feseekh sebab bahaya mengintai jika pengolahannya tidak dilakukan ahlinya.

  3. Igunaq

    Negara-negara yang ada disekitaran Kutub Utara antara lain Greenland (Denmark), Kanada dan Alaska ditinggali oleh Suku Inuit. Mereka mempunyai hidangan khas bernama Igunaq. Hidangan tersebut berbahan utama daging rusa atau pun anjing laut yang sudah melalui proses fermentasi. Sejak dulu fermentasi menjadi tehnik Suku Inuit dalam penyimpanan daging.
    Dalam prosesnya, daging dipotong-potong berukuran besar lalu disimpan di dalam tanah sekitar dua musim (6 bulan). Apabila tidak pandai dalam pengolahan Igunaq, maka penikmat makanan ekstrim ini bisa keracunan disebabkan daging mengandung bakteri bernama clostridium botulinum. Bahkan bisa berujung kematian.

  4. Marzu

    Makanan ekstrim yang satu ini berasal dari Italia. Sebenarnya Casu Marzu mulai dilarang sekitaran Eropa. Namun tetap saja para penggemar makanan ini masih bisa menikmatinya di daerah Sardinia, Italia. Para penggemar Casu Marzu biasa menyantapnya dalam acara-acara tertentu dan menganggap makanan ini lezat. Bahan utama Casu Marzu ialah susu domba fermentasi hingga menjadi keju, tetapi proses fermentasi diluar ruangan. Tentunya proses tersebut mengundang lalat hingga bertelur, lalu belatung pun bermunculan dalam keju.  Keju busuk serta dipenuhi belatung tersebut diberi nama Casu Marzu. Cara makanannya pun Casu Marzu harus dimakan bersama belatung-belatung dalam keadaanmasih hidup. Para penikmatnya justru menganggap bahwa Casu Marzu sudah tidak layak makan apabila belatung di dalam Casu Marzu telah mati. Bagi orang-orang yang tidak terbiasa, dapat terjadi diare ringan hingga akut.

  5. Sannakji

Makanan ekstrim membahayakan kesehatan terakhir ialah Sannakji. Salah satu makanan khas Korea Selatan ini berbahan utama gurita hidup. Koki yang menyiapkan hidangan akan memotong tentakelnya gurita. Kemudian barulah gurita tersebut disayat. Hidangan Sannakji biasa disajikan bersama minyak wijen dan kecap. Bahan Sannakji juga sering kali berupa gurita kecil atau bayi gurita, lalu disajikan dalam keadaan masih hidup.

Daya hisap dari tentakel gurita dapat membuat gurita menempel pada kerongkongan. Akibatnya penikmat Sannakji bisa tersedak. Apabila tidak segera ditangani orang yang memakan Sannakji akan kehabisan nafas, hingga berujung kematian. Dilaporkan setiap tahun ada warga Korea Selatan tersedak Sannakji hingga meninggal